sampah

September 19, 2008

sumpah serapah

ditengah kecemasan atas pembantaian nurani

hanya tertawa dirinya tak peduli hidup dan matinya situasi

tetap tak bergeming menanti sebuah kehancuran

dan akhirnya mati mengenaskan

siapa yang bersalah

atas keretakan system saraf

keluar dari jalur berfikir fositip

semua yang ada dalam otak hanya sebuah SAMPAH!

SAMPAH

SAMPAH

SAMPAH

dan selamanya isi kepala hanya serakan sampah

ga ada yang berguna untuk di banggakan

mungkin mati lebih baik bagimu

jika cuma mimpi yang kau rangkai di alam nyata

itu lebih baik bagi mu

mati menemui sang ajal

bahagia di pangkuanNya

jangan sampai kau mampir ke neraka

karena tak akan kau temui bahagia di dalamnya

jikalau pun terpaksa harus mampir ke dalamnya pliss jangan lama-lama

loe akan sangat tersiksa

tapi kau memang harus mawas diri

dengan apa yang kau dapatkan kini

satu kali lagi hidup bukan sekedar mimpi

dan hidup bukan sampah

yang sampah itu kau

berpijak di atas jerit tangis

terlelap di atas jiwa-jiwa kelam menanti kematian

tertawa di atas luka hati yang tak bertepi

akkkkkkkkkkkkkkkhhhhhhhhhhh

sampaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh!

*jiwa yang sedang labil terluka oleh system *

Leave a Reply